CDI ini limiternya
tanpa batas alias no limit. Kurva timingnya rata nggak bakal
keriting membaca rpm dari bawah sampai semampunya motor. Settingnya nggak
neko-neko pakai laptop segala yang kadang malah bikin ngaco setingan, kalau
nggak ngerti. Yang ini pasang langsung kabur, wuuzzz... tapi bayar dulu
bro.
Itulah
CDI 5 VV Moric. CDI Yamaha Fino Thailand yang standar pabrik. Tapi
di arena drag bike, CDi ini cocok mengelola pengapian di kelas matik sampai
FFA. “Tulisan 5 VV itu kode produksi pendor Thailand. Tipe awal 5VV Sepco dan
sekarang yang dikeluarkan 5VV Moric. Keduanya sama saja. Kalau buatan Indonesia
untuk matik Yamaha kodenya 5TL,” jelas Utomo dari Tomo Speed Shop yang
menggunakan CDI 5VV Moric di Mio FFA yang kapasitasnya 350 cc.
Dipilih
karena tidak merepotkan seperti tadi. Tentu sudah diperbandingkan dengan CDI
Programmable yang dijual di Indonesia. Tak ada istilah setel kurva yang kadang
malah ngaco bila tak ngerti. Untuk 5VV sudah paten terbungkus dalam
CDI-nya. Mekanik cukup setel mesin dan karbu, lalu CDI-nya menyesuaikan
sendiri.
Pastilah model begini cocok pula buat
Mio harian yang sudah ganti knalpot racing, apalagi! Katanya sih saat Moric diaplikasi
pada Mio standar, sejak putaran bawah sudah padat. Tapi makin terasa di putaran
atas, lantaran nggak ada limit. “Berbeda bila Moric diaplikasikan ke matik yang
telah ditune dan bore-up, lebih nendang,
Mas,” timpal Ucin dari GF Racing yang juga menggunakan CDI ini di FFA andalan
timnya.
Asal tahu saja, GF Racing
dan TSS di arena drag matik di segani di kolong langit Indonesia. Makanya untuk
konsultasi silakan ke toko mereka. Yang jelas CDI Moric ini dijual dengan
Rp 550 ribu.


0 Response to "Rahasia CDI Mio fino Thailand FFA"
Posting Komentar