Kopling
manual tetap saja masih banyak diburu oleh pengguna motor bebek yang berumur
lumayan tua, atau lebih dari 10 tahun. Tentu saja buat mendongkrak performa
mesin, terutama di gasingan bawah nya agar tetap ringan berakselerasi. Tapi ada
juga, yang pertama mengaplikasi kopling manual, kemudian mengeluh lantaran
kampas kopling nya lebih mudah terbakar dan tak lagi pakem.
Di
kesempatan ini Ayung dari RPM di Kalibutuh 131, Surabaya menegaskan beberapa
ciri push rod, yang dimanfaatkan untuk menekan kopling house dan membebaskan
hubungan kampas kopling dan plat kopling. Penting diperhatikan, untuk push rod
yang polos lebih baik jangan dipilih.
Sebab, push rod jenis ini biang nya kampas kopling terbakar. Sebab, saat tuas
kopling kembali dilepas push rod kadang suka nyantol. Sehingga, hubungan kampas
kopling dengan plat kopling ngambang, serta menyebabkan kampas kopling
terbakar.
Bagaimana jenis push rod paling benar ? ideal nya dilengkapi dengan gerigi dan
terkontrol poros yang bergerigi pula. Agar poros dari lengan pengungkit, lebih
mudah mengontrol kondisi per mm push rod terhadap kopling house.

Sisi lainnya, perhatikan bagian pengelasan bushing sebagai dudukan poros lengan
ayun pada calter. Sebab, di bagian ini sering terjadi timbulnya kebocoran oli
mesin. Disebabkan, kurang merata nya pengelasan pada bushing dan calter. Dan
bagus tidak nya pengelasan ini akan terlihat ketika memasuki 4 bulan pemakaian.
“Maka, jangan segan untuk mengetuk cat pada bagian bushing dan calter yang
dilas, ”tunjuk Ayung.
Terakhir, pastikan sil poros lengan pengungkit nya menganut model konvensional
yang mudah didapat dipasaran. “Sebab, dalam pemakaian nantinya 5-6 bulan, sil
ini akan mengalami penggantian ketika mulai aus dan tak bisa menahan tekanan
oli mesin dari dalam calter mesin,”ingat nya. | pid